Rabu, 2 September 2009, 14:55 WIB, Tasikmalaya dan hampir seluruh pulau Jawa digoyang gempa dengan kekuatan 7,3 SR(4MMI). Gempa yang berpusat di 142 km Barat Daya Tasikmalaya ini mengakibatkan kepanikan warga, tak hanya di Tasikmalaya tapi juga dikota-kota sekitarnya bahkan sampai ke Jakarta dan Yogyakarta, BMKG juga mengaktifkan Tsunami Early Warning, karena, gempa di Tasikmalaya berpotensi tsunami disebabkan oleh skalanya yang melebihi 6,5 SR. Gempa dirasakan hingga ke Nusa Tenggara Barat dan Bengkulu, dengan skala yang tak jauh berbeda.

Ini mungkin pertama kalinya Jawa Barat terkena bencana besar seperti ini, bahkan sampai-sampai pemerintah Jawa Barat langsung memberlakukan status darurat bencana selama 14 hari. Korban pun berjatuhan, baik di Tasikmalaya dan sekitarnya. Umumnya korban tewas dan luka adalah anak-anak dan juga ibu-ibu yang tengah mempersiapkan menu untuk berbuka puasa. Tercatat sekitar 70 korban tewas, 32 orang hilang, ribuan warga terluka juga sekitar 144.000 rumah dan bangunan lainnya di Jabar hancur, baik ringan dan berat.

Ditengah suasana mencekam, Tasikmalaya membara karena terbakarnya pasar Cikurubuk, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 21:30 WIB dan menghanguskan sekitar 300 kios, apipun sulit dijinakkan, pemadam kebakaran Tasikmalaya baru bisa memadamkan api keesokan harinya. Kerugian ditaksir menurut walikota Tasikmalaya, Bpk. H. Syarif Hidayat mencapai Rp. 200 M.

Perlu dicatat bahwa korban tewas terbanyak bukan berasal dari daerah Tasikmalaya, melainkan di Cianjur, karena seusai gempa terjadi tanah longsor yang menimbun dua kampung, yakini kampung Cicangkareng dan kampung Caringin. Menurut informasi, sekitar 40-an warga tertimbun longsor yang terjadi tepat 20 menit setelah gempa. Di Tasikmalaya sendiri lokasi terparah berada di Kec. Cigalontang, Kab. Tasikmalaya, disana rumah-rumah baik semi permanen dan permanen hancur rata dengan tanah.

Mengapa Tasikmalaya yang menjadi pusat gempa, korban tewas dan luka tak sebanyak daerah lain? Apa ini ada kaitannya dengan predikat Kota Santri? Mungkin ada benarnya, memang kerusakan terparah berada di Tasikmalaya, tetapi korban lebih banyak di daerah lain, ini bisa menjadi sebuah renungan bagi kita, apakah kita masih pantas menyandang gelar KOTA SANTRI, sudah bukan rahsia lagi bahwa warga Tasikmalaya sendiri sudah banyak dipengaruhi zaman dan warganya mulai melupakan kepada sang pencipta, Tasik dengan warga yang keimanannya sudah mulai pudar masih bisa selamat apalagi kalau predikat Kota Santri tersebut benar-benar dipraktekkan oleh warganya, dengan kejadian ini membuktikan bahwa warga Tasikmalaya masih banyak yang beriman. Terserah anda mau menilai apakah ini sebuah ujian, cobaan atau yang paling menakutkan, ini adalah azab dari Allah SWT kepada bangsa Indonesia, karena sering lupa kepadaNya. Semoga saja dari kejadian ini kita dapat berbenah diri menuju kepada Indonesia yang lebih baik, lebih-lebih menghadapi Idul Fitri yang tinggal hitungan hari lagi.


Beberapa Capture:














Jl. Dewi Sartika, TSM dekat Damri















Suasana di depan RSJK, TSM














Suasana malam di Kodim 0612 Tasikmalaya

















Bank Rakyat Indonesia Cabang Tasikmalaya