Akhir-akhir ini di hampir di setiap news ticker televisi, kita melihat suatu kalimat yang memuat kata “FACEBOOK”. Ini terjadi setelah para ulama se-Jatim mengadakan pengkajian terhadap situs pertemanan ini, dan jadilah FACEBOOK diharamkan oleh kalangan ulama Jawa Timur karena, dalam FB terdapat unsure pornografi. Bagi para pengguna facebook(termasuk saya) agak khawatir, mengingat FB banyak digunakan orang untuk berkomunikasi.

Namun seolah mendapat angin segar, Majelis Ulama Indonesia tidak akan mengeluarkan fatwa haram mengenai penggunaan FB, mengingat kemungkinan terjadinya konfilk. Bahkan Din Syamsudin(Ketua PP Muhammadiyah) dengan keras menolak pengharaman situs ini. Sebab menurut beliau facebook itu banyak manfaatnya. Meski banyak manfaatnya, tetap saja ada jeleknya. Terutama musim Pemilu begini, FB dijadikan sebagai tempat untuk menjelakkan salah satu calon presiden, orang, dan parpol.

Belum lagi tuntas masalah pengharaman FB, katanya FB akan diblokir sementara sepanjang masa kampanye sampai tuntasnya masa pemilihan presiden. Mungkin bagi para maniak FB ini menjadi berita yang buruk, mengingat mungkin saja bukan saja sampai usai Pemilu, kemungkinan terburuknya situs bernuansa biru ini bias saja terus diblokir. Mudah-mudahan saja pemerintah dapat melakukan hal terbaik untuk menangani masalah ini. Mengingat facebook bukan hanya sarana komunikasi tetapi juga sebagai media bisnis.